Operasi Patroli Laut Bea Cukai Jaring Wallacea Berhasil Gagalkan Penyelundupan 1200 Karung Pakaian Bekas

Published by PLI BC ATAMBUA on

Atambua β€” Dalam rangka menjalankan fungsi sebagai Community Protector, Direktorat Jenderal Bea dan Cukai tiada hentinya untuk melakukan pengawasan di seluruh wilayah Indonesia. Melalui Operasi Patroli Laut Jaring Wallacea, Bea Cukai berhasil menggagalkan penyelundupan impor yakni berupa 1200 karung pakaian bekas yang berasal dari Timor Leste dan akan dikirim ke Banggai, Sulawesi Tengah, pada Minggu (11/08/2019).
γ…€γ…€γ…€γ…€γ…€γ…€
Tim Patroli Laut Bea Cukai Jaring Wallacea yang melaksanakan β€œOperasi Patroli Laut Khusus di Wilayah Perbatasan Tahun 2019” dengan menggunakan Kapal BC bernomor lambung 8004 bergerak dari Pelabuhan Atapupu menuju ke Perairan Timur Laut Alor, Nusa Tenggara Timur, sesaat setelah mendapatkan informasi terkait adanya pemasukan barang ilegal ke wilayah Indonesia.

γ…€γ…€γ…€γ…€γ…€γ…€
Pada Minggu (11/08/2019) pukul 03.00 WITA dini hari, Kapal Patroli BC 8004 mendapati Kapal Layar Motor (KLM) Karya Bersama sedang berlayar dengan keadaan lampu mati. Tim Patroli Kapal BC 8004 langsung melakukan pendekatan dengan memberikan peringatan awal menggunakan alat pengeras suara dan lampu sorot agar Awak Kapal KLM Karya Bersama tersebut dapat memberhentikan kapalnya. Namun, peringatan tersebut tidak diindahkan sehingga terjadi pengejaran oleh Kapal BC 8004.
γ…€γ…€γ…€γ…€γ…€γ…€
Setelah 10-15 menit pengejaran, Tim Patroli Kapal BC 8004 memberikan peringatan terakhir berupa tembakan ke udara yang akhirnya membuat KLM Karya Bersama memberhentikan kapalnya. Kemudian, Tim Patroli Kapal BC 8004 langsung melakukan pemeriksaan terhadap sarana pengangkut, dokumen serta muatannya.
γ…€γ…€γ…€γ…€γ…€γ…€
Setelah dilakukan pemeriksaan, Petugas Bea Cukai menemukan muatan berupa pakaian bekas impor tanpa dilengkapi dokumen kepabeanan. Sehingga KLM Karya Bersama dengan Nahkoda berinisial US (55) beserta 7 ABK dibawa ke Pelabuhan Atapupu untuk dilakukan pembongkaran muatan dan pemeriksaan lebih lanjut di Kantor Bea dan Cukai Atambua.
γ…€γ…€γ…€γ…€γ…€γ…€
Berdasarkan hasil pencacahan terhadap muatan kapal, diperoleh barang bukti berupa pakaian bekas sebanyak 1200 karung.
γ…€γ…€γ…€γ…€γ…€γ…€

Pembongkaran dan Pencacahan Barang Bukti pada Selasa (13/08/2019)

Penyelundupan barang yang dilakukan oleh US (55), Nahkoda KLM Karya Bersama merupakan pelanggaran di bidang kepabeanan sebagaimana dimaksud Pasal 102 huruf a Undang-Undang No. 10 tahun 1995 tentang Kepabeanan sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang No. 17 tahun 2006, bahwa setiap orang yang mengangkut barang impor yang tidak tercantum dalam manifest sebagaimana dimaksud dalam Pasal 7A ayat (2), dipidana karena melakukan penyelundupan di bidang impor dengan pidana penjara paling singkat 1 (satu) tahun dan pidana penjara paling lama 10 (sepuluh) tahun dan pidana denda paling sedikit Rp50.000.000,00 (lima puluh juta rupiah) dan paling banyak Rp5.000.000.000,00 (lima miliar rupiah).
γ…€γ…€γ…€γ…€γ…€γ…€
Penggagalan penyelundupan ini merupakan wujud realisasi dari salah satu visi Bea dan Cukai untuk terus menjaga perbatasan dan melindungi masyarakat Indonesia dari penyelundupan dan perdagangan ilegal demi #BeaCukaiMakinBaik.
γ…€γ…€γ…€γ…€γ…€γ…€

Categories: Info-terkini

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Telp: 0821 4575 9161 | E-mail: pli.bcatambua@gmail.com